Minggu, 09 Desember 2012

"You Are What You Think"



“ You are what you think “

            Disetiap visi sekolah pasti berbunyi “menciptakan lulusan yang terbaik dan berkompeten”. Itu artinya setiap lulusan sekolah tersebut pastilah berkompeten dan siap menempuh ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dengan jaminan siswa merupakan lulusan terbaik.
            Termasuk salah satu lulusan sekolah garapan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bina Siswa SMA Plus Cisarua Kabupaten Bandung Barat yakni Pepen Supendi. Ia merupakan salah satu lulusan Bina Siswa yang menjadi utusan dari Kota Tasikmalaya. Ia merupakan salah satu member dari Angkuh (Angkatan Tujuh) yang lulus pada tahun 2003. Kelulusan Ia berlanjut pada kesuksesannya masuk ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di jurusan Bea Cukai. Padahal pada saat Ia masih duduk di SMAN 1 Cisarua, Ia marupakan siswa dari Jurusan IPA. Yang mana katanya Ia juga anti pada Akuntansi. Tapi ternyata dengan keyakinan dan terus belajar Ia akhirnya bisa masuk dan sukses di STAN sehingga dapat bekerja di Direktorat Jendral Bea Cukai.
            Padahal dulunya Kang Pepen (panggilan akrab) ini,ingin sekali masuk ke Akademi Militer (AKMIL) tapi sayangnya Ia gagal pada tahap ke-5. Tapi itu tidak membuat Kang Pepen ini berputus asa dan memutuskan untuk daftar ke STAN.
            Di STAN juga, Kang Pepen ini ternyata mulai dari nol lagi. Pasalnya saat ia diterima di STAN jurusan Bea Cukai ini Ia belum tahu bagaimana dan pengajaran apa itu? Tapi tak dapat mengalahkan keyakinan Kang Pepen saat itu, walaupun Ia anti sama akuntansi, tapi dengan semangat belajar dan keyakinan yang tinggi, ia malah mendapatkan hasil A pada pelajaran Akuntansi (dadakan aja dapt A, apalgi kalau ada persiapan ya.. ). Apalagi Ia juga berkeyakinan bahwa dengan keseriusan belajar kita dapat mencapai kesuksesan. Alhasil Ia mendapatkan IPK 3,55 dan akhirnya dapat penempatan kerja di Jakarta dan Semarang.
            Taruna kelahiran Tasikmalaya 7 September 1985 dan mempunyai prinsip “you are what you think” ini juga punya cerita perjuangan yang inspiratif lho “saya masih inget dulu daftar STAN pake uang kadeudeuh dari pak gubernur dikasih 400, 200rb nya sy kasih ibu, 200 nya pake daftar di STAN, perjuangan saya sangat terasa seminggu sebelum ujianya..
saya belajar terus..bangun tengah malam untuk tahajud dilanjut belajar sampe shubuh
setelah sholat shubuh dlanjut belajar, saya hanya ngotak ngatik soal2 stan nya saja, disamping kita ikhtiar secara syariat, secara hakikat pun harus kita dukung seperti tahajud, hajat, dhuha, alhamdulillah hasilnya saya rasakan”.

            Dan ternyata kesuksesannya itu berawal dari Bina Siswa lho. Disinilah Ia mulai menemukan jati diri, ilmu agama dan iptek. Ngomong-ngomong soal ilmu agama, Ia memiliki kesan tersendiri pada bapak. H. Abdul Mujib S. Ag (alias babeh kita) “kata2 yang masih saya ingat dari guru saya pak mujib : dimanapun kamu berada jangan pernah meninggalkan sholat dan jangan lupa untuk berbakti sama kedua orang tua, karena sehebat apapun diri kita kalo tidak pernah melaksanakan ibadah/sholat dan tidak berbakti sama orang tua maka hidupnya akan sia-sia”. Ternyata kata-kata babeh selalu menjadi dasar pemikiran agama salah satu alumnus terbaik di Bina Siswa ini juga ya. (satu jempol buat pak Mujib)
            Tidak hanya itu, Kang Pepen juga memegang prinsip hormat sama kakak kelas juga “karena saya juga minta arahan dari senior2 saya di bea cukai
kalo saya di dunia kerja ato di kantor selalu punya pandangan : sehebat dan sepintar apapun diri ini, saya harus tetep menghormati dan menghargai senior saya. karena bagaimanapun mereka lebih dulu masuknya daripada saya mereka menang pengalaman walaupun kita menang secara intelektual tapi tidak menghargai senior ya percuma saja pasti kita gak akan disukai. tapi kalo memadukan antara intelektual yang kita miliki dengan disertai kita hormat dan menghargai senior atau atasan kita insya Alloh kita bisa dipercaya” begitulah saat saya wawancarai Ia memalui jejaring social Facebook.
            Kang Pepen juga mempunyai tips buat siswa-siswa Bina Siswa SMA Plus katanya : “ya kalo tips-tips yang bisa saya berikan mungkin : pertama kalian harus bersyukur terlebih dahulu karena telah manjadi bagian dari binsis yang semuanya dapat fasilitas, tinggal kalian memaksimalkan. kedua semua bersumber dari diri sendiri terlebih dahulu, guru, pembina di asrama hanya fasilitator aja, filosopis sy dulu seperti ini : DIRI INI IBARAT BOLA, BOLA MAU DILEMPAR KEMANAPAUN TERSERAH DIRI KITA, NAH KALO JALAN KITA INGIN LURUS YA LEMPAR LAH BOLA ITU SECARA LURUS. yakinlah semua pasti ada jalan..sesulit apapun jalan itu kalo itu sudah menjadi rejeki kita insya Alloh gak akan kemana”.
            Wahh … terima kasih kang. Tapi tak hanya itu, Kang Pepen juga punya tips buat yang mau masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (alias STAN)” harus sering di asah kemampuan, terus perbanyak belajar, kalo pengen nyoba ke STAN perbanyak latihan soal2 STAN karena dulu juga sy seperti itu dan gak ada salahnya kalo ada try out STAN ya ikutan dan jangan lupa minta doa sama kedua ortu kita dan guru2 kita”
            Nah mungkin itulah sekilas kisah sukses Kang Pepen. Ternyata perpaduan antara imtaq dan iptek itu bisa membantu kita dalam mencapai kesuksesan dan jangan lupa perjuangan harus disertai dengan do’a (kayak bang haji Rhoma Irama ya)