“
You are what you think “
Disetiap visi sekolah pasti berbunyi “menciptakan lulusan
yang terbaik dan berkompeten”. Itu artinya setiap lulusan sekolah tersebut
pastilah berkompeten dan siap menempuh ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi
dengan jaminan siswa merupakan lulusan terbaik.
Termasuk salah satu lulusan sekolah garapan Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Bina Siswa SMA Plus Cisarua Kabupaten Bandung
Barat yakni Pepen Supendi. Ia merupakan salah satu lulusan Bina Siswa yang
menjadi utusan dari Kota Tasikmalaya. Ia merupakan salah satu member dari
Angkuh (Angkatan Tujuh) yang lulus pada tahun 2003. Kelulusan Ia berlanjut pada
kesuksesannya masuk ke Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) di jurusan Bea
Cukai. Padahal pada saat Ia masih duduk di SMAN 1 Cisarua, Ia marupakan siswa
dari Jurusan IPA. Yang mana katanya Ia juga anti pada Akuntansi. Tapi ternyata
dengan keyakinan dan terus belajar Ia akhirnya bisa masuk dan sukses di STAN
sehingga dapat bekerja di Direktorat Jendral Bea Cukai.
Padahal dulunya Kang Pepen (panggilan akrab) ini,ingin
sekali masuk ke Akademi Militer (AKMIL) tapi sayangnya Ia gagal pada tahap
ke-5. Tapi itu tidak membuat Kang Pepen ini berputus asa dan memutuskan untuk
daftar ke STAN.
Di
STAN juga, Kang Pepen ini ternyata mulai dari nol lagi. Pasalnya saat ia
diterima di STAN jurusan Bea Cukai ini Ia belum tahu bagaimana dan pengajaran
apa itu? Tapi tak dapat mengalahkan keyakinan Kang Pepen saat itu, walaupun Ia
anti sama akuntansi, tapi dengan semangat belajar dan keyakinan yang tinggi, ia
malah mendapatkan hasil A pada pelajaran Akuntansi (dadakan aja dapt A, apalgi
kalau ada persiapan ya.. ). Apalagi Ia juga berkeyakinan bahwa dengan
keseriusan belajar kita dapat mencapai kesuksesan. Alhasil Ia mendapatkan IPK 3,55
dan akhirnya dapat penempatan kerja di Jakarta dan Semarang.
Taruna
kelahiran Tasikmalaya 7 September 1985 dan mempunyai prinsip “you are what you
think” ini juga punya cerita perjuangan yang inspiratif lho “saya masih inget
dulu daftar STAN pake uang kadeudeuh dari pak gubernur dikasih 400, 200rb nya
sy kasih ibu, 200 nya pake daftar di STAN, perjuangan saya sangat terasa seminggu
sebelum ujianya..
saya belajar terus..bangun tengah
malam untuk tahajud dilanjut belajar sampe shubuh
setelah sholat shubuh dlanjut
belajar, saya hanya ngotak ngatik soal2 stan nya saja, disamping kita ikhtiar
secara syariat, secara hakikat pun harus kita dukung seperti tahajud, hajat,
dhuha, alhamdulillah hasilnya saya rasakan”.
![]() |
Tidak hanya itu, Kang Pepen juga memegang prinsip hormat sama kakak kelas juga “karena saya juga minta arahan dari senior2 saya di bea cukai
kalo saya di dunia kerja ato di kantor selalu punya pandangan : sehebat dan sepintar apapun diri ini, saya harus tetep menghormati dan menghargai senior saya. karena bagaimanapun mereka lebih dulu masuknya daripada saya mereka menang pengalaman walaupun kita menang secara intelektual tapi tidak menghargai senior ya percuma saja pasti kita gak akan disukai. tapi kalo memadukan antara intelektual yang kita miliki dengan disertai kita hormat dan menghargai senior atau atasan kita insya Alloh kita bisa dipercaya” begitulah saat saya wawancarai Ia memalui jejaring social Facebook.
Kang Pepen juga mempunyai tips buat siswa-siswa Bina Siswa SMA Plus katanya : “ya kalo tips-tips yang bisa saya berikan mungkin : pertama kalian harus bersyukur terlebih dahulu karena telah manjadi bagian dari binsis yang semuanya dapat fasilitas, tinggal kalian memaksimalkan. kedua semua bersumber dari diri sendiri terlebih dahulu, guru, pembina di asrama hanya fasilitator aja, filosopis sy dulu seperti ini : DIRI INI IBARAT BOLA, BOLA MAU DILEMPAR KEMANAPAUN TERSERAH DIRI KITA, NAH KALO JALAN KITA INGIN LURUS YA LEMPAR LAH BOLA ITU SECARA LURUS. yakinlah semua pasti ada jalan..sesulit apapun jalan itu kalo itu sudah menjadi rejeki kita insya Alloh gak akan kemana”.
Wahh … terima kasih kang. Tapi tak hanya itu, Kang Pepen juga punya tips buat yang mau masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (alias STAN)” harus sering di asah kemampuan, terus perbanyak belajar, kalo pengen nyoba ke STAN perbanyak latihan soal2 STAN karena dulu juga sy seperti itu dan gak ada salahnya kalo ada try out STAN ya ikutan dan jangan lupa minta doa sama kedua ortu kita dan guru2 kita”
Nah mungkin itulah sekilas kisah sukses Kang Pepen. Ternyata perpaduan antara imtaq dan iptek itu bisa membantu kita dalam mencapai kesuksesan dan jangan lupa perjuangan harus disertai dengan do’a (kayak bang haji Rhoma Irama ya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar